Meski dibuat di Prancis, implan payudara beracun yang bisa memicu kanker telah menciptakan guncangan dan teror buat wanita pemakainya di seluruh dunia. Selain Eropa dan Amerika Latin, implan tersebut juga mengguncang wilayah lain termasuk Asia dan Timur Tengah.
Lebih dari 400.000 perempuan diyakini menggunakan implan silikon Poly Implant Prosthese (PIP) buatan Prancis, yang menggunakan bahan dasar tidak sesuai standar. Konon, bahan baku yang bisa memicu kanker itu dipakai untuk menekan harga semurah mungkin.
Dampaknya, keamanan pengguna benar-benar dipertaruhkan. Bahan baku silikon yang sebenarnya diperuntukkan untuk industri elektronika menjadi pemicu kanker yang mematikan ketika dipasang di dalam tubuh manusia sebagai bantalan untuk memperbesar ukuran payudara.
Guncangan teror implan payudara beracun tidak hanya terjadi di Prancis, melainkan sudah menyebar ke seluruh dunia. Dikutip dari Reuters, Senin (9/1/2012), 85 persen implan silikon yang diproduksi PIP di Prancis memang dipasarkan ke lebih dari 65 negara di seluruh dunia.
Dari sekian banyak wilayah pemasaran implan beracun buatan PIP, Eropa dan Amerika Latin memang menjadi pasar utama. Sebagian besar dari perkiraan 400.000 pengguna implan PIP di seluruh dunia berada di wilayah tersebut, terutama di negara-negara berikut
Inggris (42.000)
Prancis (30.000)
Brazil (25.000)
Bolivia (20.000)
Colombia (15.000)
Argentina (13.500)
Spanyol (8.000-12.000)
Uni Emirat Arab (8.000)
Italia (4.500)
Negara-negara lain di wilayah Eropa Timur yang juga menggunakan implan tersebut antara lain sebagai berikut:
Bulgaria
Hungaria
Rusia
Belarusia
Polandia
Republik Czech
Sementara di belahan dunia yang lain, implan silikon beracun buatan PIP antara lain juga dipasarkan di negara-negara berikut ini:
Portugal
Jerman
Belgia
Swiss
Malta
Iran
Turki
Israel
Suriah
Tunisia
Australia
Thailand
Jepang
Singapura
China
Venezuela
Ekuador
Paraguay
Panama
Peru
Chili
Costa Rica.
Indonesia beruntung tidak menjadi pasar bagi produk implan payudara beracun buatan PIP. Para dokter bedah plastik di Indonesia mengaku hanya menggunakan produk-produk yang telah disetujui Food and Drug Administration (FDA) maupun badan pengawas serupa di Uni Eropa.
Untuk mencegah penggunaan implan ilegal yang tidak terjamin keamanannya, dr Budiman, SpBP dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) menganjurkan untuk memakai jasa dokter yang kompeten saat memasang implan payudara. Operasi pemasangan juga harus dilakukan di rumah sakit.
"Klinik hanya bisa melakukan pemeriksaan, kalau pemasangan harus di rumah sakit. Dokter yang boleh memasang implan payudara juga harus dokter bedah plastik yang memang mendapat kurikulum pemasangan implan, jadi bukan sekedar kursus," kata dr Budiman.
Senin, 09 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar